Perjalanan Menuju Gunung Seulawah Agam Aceh Besar, sebelumnya saya ingin mengenalkan team yang berangkat ke seulawah agam dalam...
Perjalanan Menuju Gunung Seulawah Agam
Aceh Besar,
sebelumnya saya ingin mengenalkan team yang berangkat ke seulawah agam dalam bentuk
kegiatan Expedisi PeKAT (Pengenalan Keakraban Aneuk Teknik) 2013. Yang pertama
saya sendiri Achie Bolang, Iman, Nazly,Leyjur dan Eno, saya iman dan nazli
adalah angkatan 2008, leyjur 2010 dan eno 2012 maklum lah kalau di kampus kami
masih kental yang namanya senioritas :D.
Mungkin kita
akan masuk aja yaa kedalam cerita pendek
perjalanan kami menuju seulawah agam :D
Hari
pertama jum’at 4 Okteber 2013
Hari yang
lumayan cerah kami berangkat dari terminal L300 di Kota Banda Aceh dengan tas
yang sungguh banyak barangnya,dalam perjalanan kami saling berdiskusi tentang
bagai mana nanti kami mendaki nantinya…
Setelah 1
jam kami berangkat menuju sare akhirnya kami sampai dengan selamat, kami sampai
pada pukul kurang lenih jam 12:00 wib. Berhubung hari jum’at kami shlat
terlebih dahulu sebelum kami berjalan menuju kaki gunung seulawah agam, setelah
kami shalat kami packing kembali alat dan perlengkapan kami untuk menuju ke
kaki gunung seulawah agam,wawww perjalanannya lumyan lah sekitar 2 jam berjalan
kaki dengan kondisi jalan aspal.
Setelah kami
sampai di Pintu yang pertama yakni Pintu Rimba,dimana pintu ini adalah pintu
pertama sebelum kita mendapatkan pintu-pintu yang lain. Di pintu ini adalah
tempat mengambil air satu2-satunya,airnya cernih dan sangat sejuk maklum lah
air gunungdipintu rimba kami tidak bias berlama-lama berhubung waktu sudah mulai
sore.
(PINTU
RIMBA)
Kami terus
berjalan dan akhirnya kami sepakati untuk bermalam sebelum Pintu Angin,dan kami
langsung bergegas memasang tenda yang sangat perlu,setelah tenda di pasang yaa
seperti biasa dulu kami panaskan air untuk kami ngopi,maklum lah kalau tidak
ada kopi inspirasi tidak berjalanan,hehehhe
Dengan secangkir
kopi cerita demi cerita kami ceritakan dan kami mempersiapkan makan malam,maklum
lah lapar belum makan :D, setelah kami makan tidak terasa malam mulai larut
dalam alunan suara merdu jangkrik :D dan kami mulai merasakan ngatuk ,maklum
mungkin karna lelah :D
Hari kedua
5 Oktober 2013
Setelah kami
lelap dalam tidur di temani suara jangkrik yang sangat merdua kami pun
terbangun di pagi hari,seperti biasa setelah bangun yang kami lakukan adalah
memanaskan air untuk kopi pagi,setelah kami ngopi kami mempersiapkan makan pagi
untuk menambah kekuatan dalam berjalan.bukan menambah kekuatan bias mengangkat
pohon :D
Disaat semua
sudah selesai di packing kembali kami mulai terpecah dalam pemikiran jalur yang
mana akan kami tempuh,karna banyak jalur yang di buat oleh hewan,seperti
gajah,babi hutan dll..
Akhirnya kami
sepat untuk mendengar pendapat dari teman kami yakni nazli,kami berjalan terus
berjalan,dan pada akhirnya kami sudah berada di luar jalur.kami tetap kompak
untuk melanjuti perjalanan bersama tidak ada yang terpecah belah dalam team
tetap satu suara untuk menuju puncak seulawah agam..
Setelah kami
berjalan terus berjalan dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak di
bawah pohon yang sangat besar yaa mungkin tingginya sekitar 15 meter bahkan
mungkin saja lebih,maklum tidak bawa meter untuk mengukur jadi gak tau pasti
brapa meter pohonnya :D
Setelah kami
beristirahat sejenak dan kami pun makan siang di bawah pohon yang saangat besar
dengan riuhnya angina di siang itu,setelah kami makan siang kami mulai berjalan
kembali untuk menuju puncak seulawah agam,kami teruss saja berjalan sambil
bercerita bagaimana suasana di puncak seulawah. Tak terasa waktupun sudah mulai
sore dan akhirnya kami bermalam di samping jurang yang terjal,hanya di situ
lokasi yang bias kami berdirikan tenda untuk bermalam.
Tak terasa
kabut mulai memadati kami dan kami maulai menyiapkan makan malam,di malam yang
dingin kami melihat indahnya ciptaan sang pencipta yang luar biasa,waktu terus
berjalan dan kamipun mulai lelap dalam keheningan malam itu.
Hari ketiga
6 Oktober 2013
Pada hari
ketiga kami mulai sedikit lelah mungkin karna di luar prediksi kami untuk
sampai di puncak seulawah,tapi pada hari itu adalah semangat yang luar biasa
kami lihat,hamparan laut di depan mata yang mungkin tidak bias kami lupakan
dengan kabut yang lumayan tebal sih,kami langsung menyiapkan kopi pagi sebelum
kami berangkat menuju puncak seulawah agam.
Setelah kami
ngopi bareng dan packing semua alat kami kami melanjuti perjalanan menuju
puncak
seulawah,kami tetap semangat walau keadaan yang sangat lelah mungkin. Kami
lewati yang mungkin saja belum orang lain lewati seperti Hutan Rotan,Hutan
Pohon Pakis dan banyak berbatuan yang besar.sungguh indah ciptaan Allah suasana
hutam yang sejuk dengan suara burung yang berkicau kami pun terus berjalan
tampa mikir panjang,setelah beberapa jam kami berjalan hujan pun mulai turun
kami tetap berjalan walau hujan mengguyur kami,kami masih saja berjalan dan
terus berjalan dan akhirnyaaaaa kami semua mulai bahagia setelah kami bisa
sampai menuju puncak.
Tapi sayang
kami tidak bisa berlama-lama di puncak berhubung waktu yang begitu singkat. Kami
langsung masak dan mengabadikan setiap apa yang kami buat.kami langsung
mengeluarkan perlengkapan masak,pada hari itu makanan kami adalah nasi goreng
:D,maklum lah menu yang kami bawa mungkin terlalu banyak.
Setelah semua
selesai kami bergegas untuk turun kembali.kami berjalan dan berjalan
lagi,setelah kami berjalan kami mendapatkan sebuah batu yang sangaaatt mirip
dengan gajah,batu yang besar yang mempunya belalai dan ekor,belalai dan ekor
adalah pohon di atas batu,setelah itu s aya langsung mengeluarkan camera,ehhh
setelah kameranya keluar ternyata batre camera habis,walau tidak ada dokumentasi
setiknya kami pernah melihat dengan mata kami sendiri :D
Mungkin ini
hanya cerita singkat kami :D
Tunggu Cerita Lainnya dari kami, Tetap follow my blog sobat!
